Sabtu, 15 September 2012

SCL ( student centered learning )


BLOK 1
LAPORAN INDIVIDU
“Perubahan Pembelajaran dari TCL ke SCL dan Sumber Informasi”
(( See my Instagram at https://www.instagram.com/ajibondhan_k/ )) or ID= aji bondhan kottama ☺:) Anda sebagai maba FKH UGM pasti akan mendapatkan mata kuliah  seperti ini, sekarang di fakultas kedokteran ,kedokteran gigi, dan kedokteran hewan menggunakan sistem pembelajaran yang berbeda dengan fakultas lain, yaitu sistem SCL (student centered learning) dan sistem blok.sistem ini menjadikan mahasiswa sebagai subyek pembelajaran, dosen hanya sebagai fasilitator.dan siswa dituntut aktif.

 Learning Objective
1.      Mengetahui dan memahami model - model Sistem Pembelajaran SCL
2.      Mengetahui dan memahami definisi Sistem Pembelajaran PBL
3.      Mengetahui dan memahami kelebihan dan Kekurangan Sistem Pembelajaran PBL
4.      Mengetahui dan memahami ketrampilan apa saja yang bisa di dapat dari Sistem Pembelajaran PBL

SCL (Student Centered Learning)
Definisi SCL
SCL atau Student Centered Learning adalah disiplin yang melibatkan interaksi kelompok – kelompok mahasiswa dalam rangka melaksanakan pembelajaran secara kreatif sebagaimana kelak di kemudian hari akan dijumpai di dunia nyata/profesinya dan pembelajaran berpusat pada mahasiswa agar pembelajar menjadi pembelajar yang dewasa dalam artian aktif, mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki kompetensi serta meningkatkan ketrampilan – ketrampilan yang ada di dalam diri seorang mahasiswa .
Menurut Thornburg (1995), Mahasiswa merupakan komponen utama di dalam kelas. Mahasiswa merupakan fokus ,dan pengajar beralih fungsi sebagai fasilitator bagi pembelajar dalam diskusi kelompok kecil.

Model – model dalam SCL


Model dalam SCL terbagi menjadi :
         Small Group Discussion
Membentuk kelompok diskusi yang terdiri dari 5 – 10 orang agar tercapai suasana yang kondusif bagi mahasiswa untuk menjadi seorang pembelajar dewasa .
dit.akademik.ditjen dikti
          Role-Play & Simulation
mempelajari dan menjalankan suatu peran yang ditugaskan kepada seorang mahasiswa atau mempraktekan/mencoba berbagai model (komputer) yang telah disiapkan.
dit.akademik.ditjen dikti
          Case Study
Mahasiswa dapat memahami masalah yang ada dengan mencari informasi – informasi yang ada tanpa bantuan dosen (belajar dengan aktif) .
dit.akademik.ditjen dikti
          Discovery Learning (DL)
Mahasiswa di tuntut untuk mencari, mengumpulkan, dan menyusun informasi yang ada untuk mendeskripsikan suatu pengetahuan .
dit.akademik.ditjen dikti
          Self-Directed Learning (SDL)
Tugas-tugas dikontrol sepenuhnya oleh mahasiswa .Berusaha memiliki kemampuan bertanggung jawab atas pembelajaran dan berusaha memiliki otonomi pribadi dalam belajar.
dit.akademik.ditjen dikti
 
          Cooperative Learning (CL)
Prinsip pembelajaran kooperatif  ,yaitu : Mahasiswa belajar dari dan dengan teman-temannya ,mahasiswa belajar bersama untuk mencapai tujuan belajar tertentu ,mahasiswa tidak diam tidak satupun diam/pasif ,mahasiswa bertanggungjawab atas hasil pembelajaran yang dicapai prosedur pembelajaran kooperatif ,dosen menjelaskan topik yang dipelajari ,Kelas dibagi 5 – 7 orang dan saling kerjasama ,dosen membagi sub-sub topik kepada masing2 kelompok dengan pertanyaan atau tugas yang berkaitan dengan masing2 sub-topik ,masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi atau pekerjaannya dalam kelompok .
dit.akademik.ditjen dikti
          Collaborative Learning (CbL)
Prinsip pembelajaran kolaboratif  ,yaitu : Proses aktif mahasiswa mengasimilasi informasi dan menghubungkan dengan pengetahuan baru melalui kerangka acuan pengetahuan sebelumnya ,suatu tantangan yang membuka wawasan mahasiswa untuk secara aktif berinteraksi dengan temannya ,mahasiswa mendapat keuntungan lebih dengan berbagi pandangan yang berbeda dengan temannya ,pembelajaran terjadi di lingkungan sosial yang memungkinkan terjadi komunikasi ,mahasiswa ditantang secara sosial dan emosional ketika menghadapi perbedaan perspektif .

Prosedur pembelajaran kolaboratif ,yaitu : Dosen menjelaskan topik yang akan dipelajari ,dosen membagi setiap kelompok 5 orang .dosen membagi lembar kasus yang terkait dengan topic yang dipelajari ,dosen meminta masing-masing membaca kasus ,mengerjakan tugas yang terkait dengan persepsi, dan solusi terhadap kasus ,dosen meminta masing-masing kelompok kecil mendiskusikan kesepakatan kelompok ,dosen meminta masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok dan meminta kelompok lain memberikan tanggapan .
dit.akademik.ditjen dikti
          Contextual Instruction (CI)
Dapat membahas konsep (teori) kaitannya dengan situasi nyata .Melakukan studi lapang/ terjun di dunia nyata untuk mempelajari kesesuaian teori.
dit.akademik.ditjen dikti
          Project Based Learning (PjBL)
Posedur pembelajaran berdasar penelitian .Dosen memberitahu kepada mahasiswa untuk mengerjakan dari hasil penelitian .Pengalaman pembelajaran dari penelitian sebenarnya yang dibentuk dari praktek ketrampilan dan ilmu .Kemampuan untuk melakukan pekerjaan dan membutuhkan pengerjaan secara serius .Meminta mahasiswa untuk memcari banyak sumber untuk pemecahan masalah  
dit.akademik.ditjen dikti 


Kelebihan dan Kekurangan Sistem Pembelajaran PBL
Kelebihan :
1.      Student centered – PBL mendorong pembelajar aktif, memperbaiki pemahan, retensi, dan pengembangan ketrampilan belajar sepanjang hayat.
2.      Generic competencies – PBL memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan ketrampilan umum dan sikap yang diperlukan dalam praktikanya di kemudian hari.
3.      Integration – PBL memberi fasilitasi tersusunnya kurikulum inti terpadu.
4.      Motivation – Prosesnya membutuhkan keikutsertaan seluruh masiswa dalam proses pembelajaran . Lingkungan belajar memberi stimulasi untuk meningkatkan motivasi.
5.      Deep learning – PBL mendorong pembelajaran yang lebih mendalam.
6.      Constructivist approach – Mahasiswa mengaktifkan prior knowledge dan mengembangkannya pada kerangka pengetahuan konseptual yang sedang dihadapi.
7.      Meningkatkan kolaborasi antara mahasiswa dan dosen tutor .
8.      Relevasi – relevasi kurikulum difasilitasi oleh struktur pembelajaran mahasiswa yang berdasarkan masalah .PBL meniadakan isi yang tidak relevan bagi mahasiswa .
9.      PBL mengurangi beban kurikulum yang berlebihan bagi mahasiswa .
(Harsono dan Dwiyanto ,2005)
Kekurangan :
1.      Tutors who can’t “teach” – tutor hanya “menyenangi” disiplin ilmunya sendiri ,sehingga tutor mengalami kesulitan dalam melakukan tugas sebagai fasilitator dan akhirnya mengalami frustasi .
2.      Human resources – jumlah pengajar yang diperlukan dalam proses tutorial lebih banyak daripada sistem konvesional .
3.      Other resources – banyak mahasiswa yang ingin mengakses perpustakan dan komputer dalam waktu yang bersamaan .
4.      Role models – mahasiswa dapat terbawa dalam situasi konvesional dimana tutor berubah fungsi menjadi pemberi kuliah sebagaimana di kelas yang lebih besar .
5.      Information overload – mahasiswa dapat mengalami kegamangan sampai seberapa jauh mereka harus melakukan self directed study dan informasi apa saja yang relevan dan bermanfaat .                                                                                 
(Harsono dan Dwiyanto ,2005)

Daftar Pustaka
Harsono dan Dwiyanto,D. 2005. Pembelajaran Berpusat Mahasiswa. Yogyakarta : Pusat Pengembangan Pendidikan Universitas Gadjah Mada.
copyright: dit.akademik.ditjen dikti













Download GAME dan APLIKASI lainnya :






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar